Oleh Dr. Abdul Wadud Nafis, LC., MEI
Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tekanan, seringkali kita terdorong untuk bertindak cepat, berpikir tanpa henti, dan membuat keputusan tergesa-gesa. Namun, seperti pepatah bijak dari peradaban Arab kuno mengingatkan kita, “في التأني السلامة وفي العجلة الندامة – Dalam ketenangan ada keselamatan, dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan*.” Ungkapan ini memiliki daya magis yang tak lekang oleh waktu, menjadi lentera dalam kegelapan bagi mereka yang dihadapkan pada kerumitan karir dan kehidupan. Dari sudut pandang psikologi, sosiologi, politik, hingga ekonomi, pesan ini begitu kuat, seolah menjadi kompas yang membawa kita pada kesuksesan sejati.
Bayangkan, sebuah keputusan yang dibuat dalam ketenangan bisa membuka pintu kesuksesan besar, sementara sebuah langkah yang tergesa-gesa bisa menghancurkan semua impian. Bagaimana ungkapan sederhana ini dapat menjadi fondasi untuk membangun karir yang gemilang dan menciptakan masa depan yang cerah? Mari kita telusuri makna mendalamnya, memecahkannya dari berbagai perspektif ilmu, dan menemukan rahasia di balik kekuatan ketenangan dalam menentukan jalan hidup dan karir kita!
Pepatah Arab في التأني السلامة وفي العجلة الندامة yang berarti “Dalam ketenangan ada keselamatan, dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan,” dapat dianalisis dari beberapa aspek, yaitu psikologi, sosiologi, politik, dan ekonomi karir. Berikut pembahasannya:
- Aspek Psikologi.
Dari perspektif psikologi, ketenangan dalam membuat keputusan memungkinkan seseorang untuk mempertimbangkan segala pilihan dan konsekuensi secara matang. Dalam konteks karir, ketergesa-gesaan dapat memicu stres, membuat individu merasa terburu-buru, dan akhirnya menyesali keputusan yang diambil. Ketenangan juga membantu dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada penilaian rasional, bukan emosional. Ini penting untuk pengembangan karir yang stabil dan berkesinambungan. - Aspek Sosiologi.
Dalam masyarakat, perilaku individu sangat dipengaruhi oleh norma dan harapan sosial. Ketenangan dalam bertindak mencerminkan kebijaksanaan yang dihargai oleh masyarakat. Sebaliknya, tindakan tergesa-gesa sering dianggap sebagai bentuk ketidakmatangan dan bisa menimbulkan dampak negatif pada hubungan sosial dan reputasi seseorang di lingkungan profesional. Dalam karir, seseorang yang bertindak tenang cenderung mendapatkan kepercayaan dari kolega dan masyarakat, sehingga mempengaruhi posisi sosial mereka di tempat kerja. - Aspek Politik.
Dalam dunia politik, ketenangan dalam mengambil keputusan adalah kunci bagi seorang pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang tergesa-gesa sering kali membuat kebijakan atau tindakan yang kurang tepat dan merugikan banyak pihak. Ini mencerminkan bahwa proses pengambilan keputusan yang lambat namun pasti sering kali menghasilkan stabilitas politik yang lebih baik, terutama dalam menangani krisis atau perubahan dalam lingkungan politik. - Aspek Ekonomi Karir.
Dalam ekonomi karir, keputusan yang diambil dengan ketenangan memberikan peluang untuk melakukan riset dan evaluasi yang lebih mendalam, baik mengenai peluang bisnis, investasi, atau jalur karir yang akan diambil. Ketergesa-gesaan dalam memilih jalur karir, misalnya, dapat menyebabkan seseorang salah memilih pekerjaan yang tidak sesuai dengan potensi atau pasar yang kurang menguntungkan. Sebaliknya, ketenangan memberikan kesempatan untuk menilai risiko dan peluang secara cermat, yang berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang. - Perspektif agama Islam,
Pepatah “في التأني السلامة وفي العجلة الندامة” sangat relevan dengan ajaran-ajaran utama yang menekankan pentingnya kesabaran, ketenangan, dan kehati-hatian dalam setiap aspek kehidupan.
a. Aspek Akhlak dan Kesabaran
Islam mengajarkan bahwa kesabaran (ṣabr) adalah salah satu akhlak terpuji yang sangat dianjurkan dalam Al-Qur’an. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]: 153: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” Ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam bertindak adalah bagian dari sikap sabar. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim dianjurkan untuk berpikir matang sebelum bertindak agar keputusan yang diambil selalu berada dalam ridha Allah.
b. Tawakal dan Pengambilan Keputusan
Islam juga menganjurkan umatnya untuk selalu bertawakal kepada Allah setelah berusaha dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan bijaksana. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang bersabar, maka Allah akan menjadikan dia penyabar; tidak ada pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari). Ketenangan dalam mengambil keputusan mencerminkan sikap tawakal yang kuat, di mana seorang Muslim menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah setelah menimbang secara cermat.
c. Menghindari Ketergesa-gesaan (Al-‘Ajalah)
Islam sangat menekankan bahaya dari sikap tergesa-gesa (al-‘ajalah). Dalam beberapa hadis, tergesa-gesa dianggap sebagai sifat yang berasal dari setan, seperti sabda Rasulullah ﷺ: “Ketergesa-gesaan itu dari setan, dan ketenangan itu dari Allah.” (HR. Tirmidzi). Ini menunjukkan bahwa ketenangan adalah salah satu karakteristik yang ditanamkan dalam diri seorang Muslim yang mengutamakan kehati-hatian, agar tidak membuat keputusan yang dapat berakibat buruk.
d. Hubungan dengan Qadar dan Kehidupan Dunia
Dalam konsep takdir (qadar), seorang Muslim dianjurkan untuk menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini terjadi dengan izin Allah. Karenanya, terburu-buru dalam menginginkan sesuatu tanpa melalui proses yang benar menunjukkan kurangnya keyakinan terhadap ketetapan Allah. Ketenangan dalam menghadapi ujian atau dalam memilih jalur karir merupakan manifestasi keimanan yang kuat kepada takdir Allah, yang mencakup keyakinan bahwa apa pun yang ditetapkan-Nya adalah yang terbaik.
Dari sudut pandang agama Islam, pepatah ini mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan sikap tenang, sabar, dan tawakal dalam setiap tindakan, serta menghindari ketergesa-gesaan yang dapat mendatangkan penyesalan. Ketenangan adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.
Kesimpulannya, pepatah ini mengajarkan pentingnya bersikap tenang dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait karir, karena ketergesa-gesaan seringkali mendatangkan penyesalan baik dari segi psikologis, sosial, politik, maupun ekonomi.
Pada akhirnya, في التأني السلامة وفي العجلة الندامة mengingatkan kita akan pentingnya kesabaran dan ketenangan dalam setiap langkah hidup dan karir. Dalam dunia yang penuh dinamika, ketenangan adalah kekuatan tersembunyi yang mampu membawa kita menuju kesuksesan, sementara ketergesa-gesaan sering kali berujung pada penyesalan. Jadikan pepatah ini sebagai pedoman dalam setiap keputusan, karena dalam ketenangan, terletak potensi untuk meraih masa depan yang gemilang!
Daftar Pustaka
- Al-Ghazali, Imam. Kimia Kebahagiaan. Jakarta: Pustaka Amani, 2010.
- Alwi, Hasan. Psikologi Karier: Strategi Pengembangan Diri di Dunia Kerja. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
- An-Nabhani, Taqiyuddin. Membangun Masyarakat Islami: Panduan dalam Dunia Politik dan Ekonomi. Jakarta: Khilafah Press, 2014.
- Hamka. Falsafah Hidup. Jakarta: Bulan Bintang, 2018.
- Kartono, Kartini. Pengantar Psikologi Sosial. Bandung: Alumni, 2010.
- Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011.
- Mubyarto. Ekonomi Pancasila: Gagasan dan Implementasi. Yogyakarta: BPFE, 2012.
- Rachmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
- Syahrir, Yusuf. Dasar-Dasar Ilmu Politik: Pengantar Pemikiran Politik di Indonesia. Jakarta: Penerbit UI Press, 2015.
- Tilaar, H.A.R. Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
