Oleh Dr. Abdul Wadud Nafis, Lc., MEI
Ketahanan pangan nasional merupakan fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan kedaulatan bangsa. Tantangan kenaikan harga bahan pangan, perubahan iklim, ketimpangan distribusi, dan kesejahteraan petani membutuhkan solusi yang komprehensif. Dalam perspektif ekonomi Islam, ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menekankan keadilan distribusi, keberlanjutan produksi, dan kemaslahatan masyarakat. Karena itu, sinergi negara, pasar, dan nilai-nilai Islam menjadi strategi penting untuk mewujudkan sistem pangan yang tangguh.
- Peran Strategis Negara
Negara bertanggung jawab menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat. Kebijakan perlindungan lahan pertanian, pembangunan irigasi, bantuan teknologi, serta penguatan cadangan pangan harus dilaksanakan secara konsisten. Negara juga perlu melindungi petani dari praktik perdagangan yang merugikan dan memastikan kelompok berpenghasilan rendah memperoleh akses terhadap pangan yang layak.
- Pasar yang Adil dan Produktif
Pasar berperan menghubungkan produsen dengan konsumen melalui mekanisme distribusi dan pembentukan harga. Namun, mekanisme pasar harus berjalan secara sehat, transparan, dan bebas dari manipulasi. Ekonomi Islam melarang penipuan, kecurangan timbangan, serta penimbunan yang merugikan masyarakat. Persaingan usaha yang adil dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan konsumen.
- Internalisasi Nilai-Nilai Ekonomi Islam
Prinsip amanah, kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan harus menjadi landasan pengelolaan pangan. Maqashid al-syariah, khususnya hifz al-nafs atau perlindungan jiwa, menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan bagi kehidupan manusia. Zakat pertanian dan wakaf produktif juga dapat dikembangkan untuk memperkuat usaha tani serta membantu masyarakat rentan.
- Membangun Kolaborasi Berkelanjutan
Ketahanan pangan membutuhkan kerja sama pemerintah, pelaku usaha, petani, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital, penguatan koperasi, serta pengembangan pertanian berkelanjutan perlu diprioritaskan.
Penutup
Ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh apabila negara hadir secara efektif, pasar berjalan adil, dan nilai-nilai ekonomi Islam diterapkan secara nyata. Sinergi tersebut menjadi jalan menuju kemandirian pangan, kesejahteraan petani, dan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.
