Titik kebahagiaan bijak dalam kesederhanaan
Oleh Dr. Abdul Wadud Nafis, LC., MEI Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, kita sering terjebak dalam perlombaan mencari sebanyak mungkin. Apakah itu harta, pengakuan, atau prestasi, kita cenderung menilai kesuksesan berdasarkan kuantitas. Namun, bijak bestari masa lalu telah mengingatkan kita melalui ungkapan yang mendalam: "ما قل وكفى خير مما كثر و الهى" – "Apa yang sedikit namun mencukupi, lebih baik daripada yang banyak tapi melalaikan." Ungkapan ini membawa pesan yang sangat relevan bagi kehidupan modern kita, di mana segala sesuatu diukur dari seberapa besar, seberapa cepat, dan seberapa banyak. Tetapi, apakah semua itu benar-benar membuat kita lebih bahagia, lebih tenang, atau lebih berarti? Jawabannya sering kali tidak. Justru dalam kesederhanaan, keefektifan, dan fokus pada yang esensial, kita menemukan kedamaian sejati. Mari kita renungkan sejenak: bukankah lebih baik…
